Rabu, 29 Juli 2009

DEPOT ASA (Debat Politik Anak Sekolah)

Mengusung Masa Depan dan Pemilih Pemula yang Cerdas dan Kritis Menyongsong Indonesia Cemerlang dan NTB Bersaing di Kabupaten - Kota Bima



Secara umum kegiatan Depot Asa (Debat Politik Anak Sekolah) yang diselenggarakan oleh Santiri Foundation dan LP2DER yang didukung oleh ACCESS, Pemda Kota dan Kabupaten Bima pada tanggal 29 – 30 Juni 2009 di Bima disambut penuh antusias dan berjalan cukup baik. Hal itu terlihat dari semaraknya acara dan selama 2 hari acara tersebut selalu ramai diikuti oleh siswa-siswa dan guru-guru pendamping maupun para alumnus yang ikut mendukung untuk wakilnya masing-masing yang ikut pada acara DEPOT ASA tersebut.

Acara tersebut dibuka oleh Bapak kepala Dinas DIKPORA Kab Bima yaitu Ir Zubair. Dalam pengantarnya beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada Bapak-Ibu Guru, pihak sekolah, SANTIRI, LP2DER, FNS dan ACCESS yang peduli dengan kegiatan pencerahan bagi siswa di Kabupaten-Kota Bima ini, sehingga tujuan jangka panjang yang diharapkan nantinya dapat menumbuh kembangkan pemimpin masa depan dan pemilih kritis yang bijak di Bima tentunya akan tercapai, asalkan pada proses selanjutnya siswa-siswa memang mampu meningkatkan kepekaan dan pemahaman sosial dan politik paling tidak di daerahnya. Dimana sebelumnya ada pengantar dari panitia LP2DER dan SANTIRI yang menjelaskan tujuan khusus dan alur proses dari acara DEPOT ASA tersebut. Kemudian dilanjutkan oleh ACCESS salah satu pendukung kegiatan tersebut yang melihat kegiatan ini cukup strategis sebagai media belajar bagi pelajar untuk menjadi pemimpin yang berkualitas di masa depan.


Berdasarkan hasil seleksi oleh panitia dan juri (ada 3 juri yang berasal dari NGO, Pemda dan Akademisi) melalui karya tulis yang sudah masuk dengan mengambil tiga topik antara lain : Pendidikan, Sosial dan Kesehatan, peserta Depot Asa di Bima diikuti oleh 15 kelompok dari 8 sekolah yang ada baik yang berasal dari sekolah umum, kejuruan maupun aliyah, yang berada di kota dan kabupaten Bima dimana dari masing-masing kelompok terdiri dari 4 siswa, 60% nya adalah pelajar perempuan. Tema dan wacana debat yang dibahas berkisar tentang issue-issue pemberdayaan masyarakat, kesetaraan dan pelayanan publik, khususnya di sektor pendidikan (kualitas dan layanan pendidikan); kesehatan (Tingginya angka kematian ibu dan bayi); Ekonomi Kerakyatan (Pengembangan SD Kelautan dan pesisir).


Pada hari pertama yang dipandu oleh Sdri.Arum dan Bapak Shaleh, pelaksanaan debat diawali dengan Babak Penyisihan dimana ada 15 peserta yang ikut dan dibagi menjadi 4 group, kemudian masing-masing group diambil 2 kelompok (jadi ada 8 klp) yang berhak masuk pada semifinal. Pada hari kedua, 8 kelompok yang masuk seminal dibagi menjadi 2 group, dimana selanjutnya masing-masing group didapat 2 kandidat kelompok yang masuk final. Agar acara tersebut lebih meriah lagi, panitia meminta para supporter dari masing-masing sekolah untuk menampilkan acara kreatif selain sebagai bentuk dukungan juga digunakan untuk selingan per sessi-nya.


Dari beberapa karya tulis yang masuk, pemahaman materi yang menjadi topik perdebatan, cara berdebat serta pemeranan dari aktor-aktor yang berdebat (masing-masing kelompok memerankan Eksekutif, Legislatif dan NGO) dapat diperankan cukup baik, hampir sebagian besar peserta secara umum cukup tahu issue-issue penting yang terjadi di daerahnya dan tahu sisi mana yang positif dan sisi mana yang kurang mendukung pada proses-proses pengambilan keputusan. Bahkan ada beberapa kelompok yang juga mempunyai data-data umum kabupaten/kota yang cukup up to date. Dari dinamika itu saja sebenarnya anak-anak sekolah di level SMA dan sederajat mempunyai perhatian yang cukup terhadap kondisi dan situasi di daerahnya. Dan melalui kegiatan DEPOT ASA ini sebenarnya anak-anak pelajar atau sekolah sudah seharusnya mendapatkan ruang ekpresi dan media belajar yang cukup tentang kehidupan sosial politik di daerahnya masing-masing serta mendapatkan pembelajaran tentang sikap-sikap yang bertanggung jawab, kritis, cerdas, kreatif untuk modal sebagai pemimpin di masa yang akan datang. Bahkan ketika pada sessi refleksi dan evaluasi, baik dari peserta debat, pelajar pendukung

sekolah, guru pendamping dan alumnus semuanya menyatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dan mampu membuka ruang belajar dan pemahaman kritis bagi pelajar dan bahkan guru-guru dari sekolah yang bersangkutan. Pada kesempatan itu perwakilan dari pelajar dan sekolah berharap, pihak pemerintah kota dan kabupaten serta pihak-pihak lain berkomitmen untuk terus mendukung dan membuka ruang belajar yang lebih luas dan intensif lagi. Berikut pernyataan dari

salah satu pelajar yaitu Zaenab dari SMKN 5 Kabupaten Bima : ”Harapan saya terhadap kegiatan ini adalah harus berlanjut terus. Saya sangat senang dan bermanfaat mengikuti kegiatan ini, karena saya menjadi banyak mengenal siswa dari sekolah lain dan tahu tentang banyak hal di kabupaten dan kota Bima, dari segi agama ada sillahturrahmi. Yang terakhir semoga pemerintah lebih menanggapi dan mendukung kegiatan atau acara seperti ini”.

Pada akhir sambutan sekaligus menanggapi harapan dari peserta DEPOT ASA dan para guru pendamping, Pemda Kota dan Bima yang disampaikan oleh Assisten I Kota Bima yaitu Bapak Syahrullah dan Assisten I Kabupaten Bima yaitu Bapak H.Masykur, sama-sama berkomitmen untuk tetap mendukung dan menindaklanjuti kegiatan tersebut menjadi kegiatan tahunan yang harapannya bahwa pesertanya bisa lebih banyak dan lebih luas lagi. Menurut Assisten I Kabupaten Bima Kegiatan DEPO

T ASA akan merangsang dan mendorong tumbuhnya kesadaran kritis bagi kalangan sekolah dan wacana-wacana politik yang sehat pada pemerintahan daerah propinsi NTB dan kabupaten kota. Ada pernyataan dari Assisten I kabupaten Bima yang menarik dalam rangka mengapresiasi kegiatan tersebut: ” Saya merasa kagum dan bangga, bahwa para juru bicara peserta debat sebagian besar adalah pelajar putri, bahkan pesertanya

sebagian besar juga perempuan. Nah ini sebenarnya suatu kemajuan di daerah kita. Makanya saya sangat berterima kasih pada pihak-pihak yang mendukung kegiatan seperti ini”. Selanjutnya dari Assisten I kota Bima juga berkomentar : ”Kalau kegiatan ini dilakukan secara terus menerus dan kualitasnya ditingkatkan, maka lima tahun ke depan, di Bima ini akan banyak bermunculan pemimpin yang berkualitas”.

Akhirnya kegiatan DEPOT ASA ditutup dengan mengumumkan pemenang dari kegiatan DEPOT ASA tersebut. Dimana oleh Tim Juri diputuskan bahwa juara ke 4 diraih oleh SMKN 5 Kab.Bima, juara ke 3 oleh SMAN 1 Bolo, juara ke 2 diraih oleh SMAN 1 Kota.Bima undian 3 dan juara 1 diraih oleh SMAN 1 Kota.Bima undian 1. Selanjutnya penyerahan hadiah dalam bentuk Piala, piagam, souvenir dan beasiswa secara bergantian disampaikan oleh para Assisten kabupaten dan kota, perwakilan FNS dan ACCESS.

2 komentar: